Indirect Restoration (Material)

shape image

Indirect Restoration (Material)

  • What is it?
    • restoration that is fabricated extraorally
    • the vast majority of indirect restorations are constructed in a dental laboratory
    • indirect restoration will be then luted/cemented into/onto the tooth
  • Macam
    • Intracoronal (dalam mahkota)
    • extra-coronal (kena outer surface mahkota)
    • those in-between restorations

Bahan

  • ALL-PORCELAIN/KERAMIK

    • Ceramics are compounds that involve a combination of metallic and nonmetallic elements, creating strength and aesthetics.

    • Retorasi dengan estetik terbaik (ada glass)

    • Penggunaan

      • Inlays,
      • onlays,
      • crowns and
      • aesthetic veneers
    • Komposisi ceramic

      • kaolin (dalam jumlah sangat sedikit bahkan 0% karena sangat opak,
      • feldspar (65%) dan
      • quartz (25%)→efek translusen (mimicking)
    • Sifat

      • Bahan bersifat brittle material, fraktur dapat terjadi pada keadaan beban kunyah yang berat, kekuatan bergantung kualitas bonding dengan struktur gigi
      • Resistensi penggunaan cukup tinggi, namun dapat mengikis permukaan gigi antagonis jika permukaan kasar
      • Biokompatibilitas : Well tolerated
      • Cost : Higher
    • Proses pembuatan

      • Compaction
      • Firing
      • Glazing

      Terbaru : CAD-CAM (Computer-aided design, Computer-aided manufacture)

      • Sintering

        https://s3-us-west-2.amazonaws.com/secure.notion-static.com/25c6682b-045f-4c1b-9081-68e749a689f9/Untitled.png

        proses pembakaran ceramic untuk mendapatkan kepadatan ceramic yang dimulai dengan melelehnya ceramic menjadi viscous flow ketika fusion temperature tercapai.

      • Crystalline phase adalah

        pembentukan kristal ceramic setelah pembakaran (firing) yang dikelilingi oleh glassy phase (vitreous).

        All ceramic mempunyai crysthalline phase paling banyak (99%) dalam volumenya.

        Distribusi jenis, jumlah dan ukuran partikel ceramic pada crystalline phase ini mempengaruhi sifat fisis, sifat mekanis, dan sifat optis (optical properties) dari material all ceramic ini.

    • Klasifikasi berdasarkan titik leleh

      Komposisi ketiga komponen utama menentukan klasifikasi ceramic berdasarkan titik lelehnya (fusion temperature) yaitu:

      • high-fushing ceramic

        meleleh pada suhu 1315˚-1370˚C

      • medium fushing ceramic

        meleleh pada suhu 1090˚-1260˚C

      • low-fushing ceramic

        meleleh pada suhu 870˚-1065˚C

      • ultra low-fushing ceramic

        meleleh pada suhu kurang dari 870˚C

    • Jenis (duo jenis keramik)

      • high strength core ceramics

        • Alumina-reinforced porcelain jacket crown (1960)

          • Feldpathic glass dengan 40-50% alumina
          • Lebih kuat dari glass
          • Sangat opak : masih harus menggunakan dentin and enamel shade porcelain
        • Glass infiltrated high-strength ceramic cores (In-Ceram,Vita) (1980)

          • Alumina ~ 85%
          • High flexural strength ­čí¬ core ceramic for anterior and posterior crowns with excellent results
        • All-alumina core (Techceram) (1990)

          • 99,5% alumina
        • Recent : ytrria-stabilized zirconia

          cores for crown and bridge frameworks

          → kuat jadi terlalu opaque(dipake didalam aja)

      • Resin-bonded ceramics → estetik bagus

        • Ceramic veneers
        • Bonding dengan gigi menggunakan bahan resin, pada gigi dilakukan proses etsa
        • Glass-ceramic (crown, veneer, inlay)
          • Feldspatic glasses
          • Leucite-reinforced glass-ceramics
          • Fluormica glass-ceramics
          • Lithium disilicate glass-ceramics
  • PORCELAIN FUSED TO METAL

    • Porcelain is fused to an underlying metal structure to provide strength to a filling, crown or bridge
    • Sifat
    • Biokompatibilitas
    • Mekanisme ikatan metal-ceramic
    • Choice of metal-ceramic alloys
    • Alloys

    https://s3-us-west-2.amazonaws.com/secure.notion-static.com/f8ac8d9a-11db-4a83-be4f-dee2aab8a932/Untitled.png

  • Indirect resin Composite (IRC)

    • Direct resin composite → polymerization shrinkage → microleakage

    • sifat mekanis < ceramics

    • IRC dapat menyerap energi mastikasi (occlusal stress) lebih banyak dr pada keramik

    • Memiliki sifat estetik baik

    • indikasi

      • untuk pasien yang membutuhkan restorasi oklusal yang luas (occlusal coverage) namun memiliki struktur periodontal yang jelek
    • Tipe

      • IRC generasi pertama
        • Pertama kali digunakan untuk onlay dan inlay (1980)
        • Komposisi mirip dengan direct resin composite : organic resin matrix, inorganic filler, dan coupling agent
        • Flexural strength 10-60 MPa
        • Modulus elastisitas 2000-5000 Mpa
        • Teknik
          • semi indirect method
          • indirect method
        • Kelemahan :
          • bonding yang lemah antara matrix dan filler
          • wear resistance rendah
          • Mudah terjadi bulk fracture, marginal gap, microleakage dan kegagalan adesi

      Untuk mengatasi kelemahan IRC generasi pertama : Meningkatkan jumlah filler inorganic, mengurangi ukuran filler, modifikasi system polimerisasi

      • IRC Generasi Kedua → filler ningkat, matrix kurang
        • struktur dan komposisi

          • microhybrid, filler 2x lebih banyak
          • sifat mekanis dan wear resistance meningkat
          • polymerization shrinkage menurun krn matrix lebih sedikit
        • Teknik poimerisasi

          heat polymerization, nitrogen atmosphere, slow start and slow curing, electron beam irradiation,

          Fiber reinforcement : polyethylene fibers, carbon/gravite fibers, Kevlar, glass fiber dll.

        • Flexural strength 120-160 Mpa

        • Modulus elastisitas 8,5 – 12 Gpa

        • sifat optic : stabilitas warna yang tidak dapat diprediksi

        • Marginal adaptation and microleakage : lebih baik dibanding restorasi direct, secara klinis seimbang dengan ceramic

        • Surface properties → jika tidak dipoles dengan baik → akumulasi plak→karies sekunder

    https://s3-us-west-2.amazonaws.com/secure.notion-static.com/8d1fcf92-6a74-4b68-81de-9596d55a689c/Untitled.png

  • Dasar Pemilihan Bahan Restorasi Indirect

    • Functional demands
      • potensi penggunaan
      • ketahanan bahan,
      • relasi oklusal,
      • kebiasaan pasien,
      • kondisi gigi antagonis
    • Space
      • jarak interoklusal,
      • keramik membutuhkan jarak lebih banyak (bulk) sedangkan
      • logam dengan jarak kecil akan lebih kuat dibanding keramik
    • Aesthetics
    • Patient wishes

Post a Comment

© Copyright 2019 DENTSIVE: materi dan soal kedokteran gigi

Form WhatsApp

This order requires the WhatsApp application.

Order now